Kamis, 03 November 2011

Persiapan Lomba


Salam Pramuka!!!
Regu Putra SMPN 131, berawal dari tak bisa menjadi bisa, tak tahu menjadi tahu dan tak mampu menjadi mampu. Regu putra SMPN131 (Jaran Kepang) tengah mempersiapkan diri untuk kembali menjadi yang terbaik.
Dengan diketuai oleh Asep mereka belajar dan berlatih bersama dengan kompak, semangat dan penuh dengan ambisi positif untuk menjadi pemenang. Tak kenal lelah, tak takut panas terik matahari dan tak hiraukan serbuan air hujan yang menghadang mereka tetap berlatih untuk menjadi yang terbaik. Do’a dan dukungan orang-orang terdekatpun turut mengiringi mereka yang akan berjuang untuk kembali  mengharumkan nama baik Pramuka SMPN131. 
Ini adalah lomba yang pertama kalinya bagi mereka untuk 131, walaupun bgitu mereka tetap berusaha untuk menampilkan yang terbaik. Dengan tekat bulat serta kegigihannya mereka berjuang dan dengan usaha serta izinNYAlah mereka juara. Jaya terus Pramuka SMPN131.  

Rabu, 02 November 2011

Satu Dari Banyak Personil Putri

              Semangat, ceria dan daya juangnya mengejar prestasi dalam Kepramukaan patut kita berikan dua jempol pada anggota regu penggalang putri SMPN 131 ini. Bisa kita  lihat pada gambar ini yang menunjukan betapa cerianya dia meskipun dalam situasi perlombaan yang sangat sengit untuk memperebutkan gelar juara. 
         Keahliannya dalam mempraktikan semaphore juga menjadi ciri khasnya sebagai anggota Pramuka SMPN 131, dengan didampingi teman-teman satu regunya dia dan teman-temannya terus berkembang dengan segala kemampuannya masing-masing yang saling berbeda serta saling melengkapi satu sama lain. Jaya terus Pramuka!!

Rabu, 08 Juni 2011

Tetap Kumpul Walau Tak di Pangkalan



Salam Pramuka!!!
Kami penegak ambalan M.Kahfi selalu menjalin hubungan silaturahmi antar sesama anggota, tidak hanya ketika ada pertemuan resmi kami mengadakan pertemuan melainkan kapanpun ada waktu luang kami selalu memanfaatkan saat-saat itu untuk mempererat hubungan kami.
Dengan didampingi oleh salah satu pembina kami mengadakan pertemuan, saling berbagi ilmu dan saling bertukar pikiran, canda dan tawapun selalu ikut serta dalam pertemuan kami guna menciptakan suasana kenyamanan, bukan ketegangan.
Tempat bukan masalah bagi kami, bukan hanya di SMPN 131 melainkan dimanapun kami bisa bertemu dan berdiskusi disanalah kami mengdakan pertemuan. Kami menyadari bahwa ilmu yang kami miliki masih sangat terbatas,untuk itulah kami mengadakan pertemuan.
Pramuka, JAYA!!


Minggu, 05 Juni 2011

Hasil Perlombaan di MTS 12

sebagian personil JM

Salam Pramuka!!!
                Panas terik dan hujan lebat adalah salah satu cobaan kami saat berlatih mengasah kemampuan kami dalam hal kepramukaan. Detik demi detik dan hari demi hari kami lalui dengan terus belajar dan berlatih sampai pada waktunya perlombaan dilaksanakan yaitu pada 22 Mei 2011 yang sangat mengesankan.
Harapan tiga, merupakan awal yang baik dari kami untuk terus meningkatkan prestasi pada ajang lomba ketangkasan dan kreatifitas kepramukaan. Walaupun begitu kami tidak puas dan akan selalu haus akan prestasi, untuk yang akan datang kami akan jauh lebih baik lagi dan akan terus lebih baik lagi.
Terimakasih untuk kakak-kakak semua yang selalu sedia membantu kami dalam usaha kami mengukir prestasi. Jaya terus untuk Pramuka.

Selasa, 22 Maret 2011

Pramuka

Disiplin… Mandiri…
Itulah yang diajarkan.
Kreativitas …
Itulah yang dikembangkan.
Kekompakan dan solidaritas…
Harus diutamakan…
Agar dapat menjadi yang diandalkan…

Created by Anis Yulia (JM131 : 2013)

Jumat, 18 Maret 2011

Pembina


Salam PRAMUKA!!
Dulu hingga sekarang, kami para PRAMUKA SMPN131 dilatih, dibina, dan ditempa baik fisik, mental dan kepribadiannya oleh mereka, baik secara langsung maupun tak langsung. Masing – masing dari mereka memiliki kelebihan yang tak sama, begitu juga dengan kekurangannya. Mereka saling menutupi dan saling melengkapi satu sama lain, keseriusan dan canda meraka mewarnai PRAMUKA kami.
Perbedaan dari setiap pribadi mereka adalah suatu hal yang unik,  justru dengan banyaknya  perbedaan itulah yang membuat PRAMUKA kami menjadi PRAMUKA yang bervariasi, tidak membosankan justru menyenangkan. Dari tahun ke tahun hingga sekarang PRAMUKA 131 telah menjadi salah satu rumah kami, rumah yang selalu kami jaga keutuhannya.    

Jumat, 11 Maret 2011

Gerakan Pramuka Diperkenalkan

Pidato Presiden pada tanggal 9 Maret 1961 juga menggariskan agar pada peringatan Proklamasi Kemerdekaan RI Gerakan Pramuka telah ada dan dikenal oleh masyarakat. Oleh karena itu Keppres RI No.238 Tahun 1961 perlu ada pendukungnya yaitu pengurus dan anggotanya.
Menurut Anggaran Dasar Gerakan Pramuka, pimpinan perkumpulan ini dipegang oleh Majelis Pimpinan Nasional (MAPINAS) yang di dalamnya terdapat Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dan Kwartir Nasional Harian.
Badan Pimpinan Pusat ini secara simbolis disusun dengan mengambil angka keramat 17-8-’45, yaitu terdiri atas Mapinas beranggotakan 45 orang di antaranya duduk dalam Kwarnas 17 orang dan dalam Kwarnasri 8 orang.
Namun demikian dalam realisasinya seperti tersebut dalam Keppres RI No.447 Tahun 1961, tanggal 14 Agustus 1961 jumlah anggota Mapinas menjadi 70 orang dengan rincian dari 70 anggota itu 17 orang di antaranya sebagai anggota Kwarnas dan 8 orang di antara anggota Kwarnas ini menjadi anggota Kwarnari.
Mapinas diketuai oleh Dr. Ir. Soekarno, Presiden RI dengan Wakil Ketua I, Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Wakil Ketua II Brigjen TNI Dr.A. Aziz Saleh.
Sementara itu dalam Kwarnas, Sri Sultan Hamengku Buwono IX menjabat Ketua dan Brigjen TNI Dr.A. Aziz Saleh sebagai Wakil Ketua merangkap Ketua Kwarnari.
Gerakan Pramuka secara resmi diperkenalkan kepada seluruh rakyat Indonesia pada tanggal 14 Agustus 1961 bukan saja di Ibukota Jakarta, tapi juga di tempat yang penting di Indonesia. Di Jakarta sekitar 10.000 anggota Gerakan Pramuka mengadakan Apel Besar yang diikuti dengan pawai pembangunan dan defile di depan Presiden dan berkeliling Jakarta.
Sebelum kegiatan pawai/defile, Presiden melantik anggota Mapinas, Kwarnas dan Kwarnari, di Istana negara, dan menyampaikan anugerah tanda penghargaan dan kehormatan berupa Panji Gerakan Kepanduan Nasional Indonesia (Keppres No.448 Tahun 1961) yang diterimakan kepada Ketua Kwartir Nasional, Sri Sultan Hamengku Buwono IX sesaat sebelum pawai/defile dimulai.
Peristiwa perkenalan tanggal 14 Agustus 1961 ini kemudian dilakukan sebagai HARI PRAMUKA yang setiap tahun diperingati oleh seluruh jajaran dan anggota Gerakan Pramuka

Kelahiran Gerakan Pramuka Indonesia

Gerakan Pramuka lahir pada tahun 1961, jadi kalau akan menyimak latar belakang lahirnya Gerakan Pramuka, orang perlu mengkaji keadaan, kejadian dan peristiwa pada sekitar tahun 1960.
Dari ungkapan yang telah dipaparkan di depan kita lihat bahwa jumlah perkumpulan kepramukaan di Indonesia waktu itu sangat banyak. Jumlah itu tidak sepandan dengan jumlah seluruh anggota perkumpulan itu.
Peraturan yang timbul pada masa perintisan ini adalah Ketetapan MPRS Nomor II/MPRS/1960, tanggal 3 Desember 1960 tentang rencana pembangunan Nasional Semesta Berencana. Dalam ketetapan ini dapat ditemukan Pasal 330. C. yang menyatakan bahwa dasar pendidikan di bidang kepanduan adalah Pancasila. Seterusnya penertiban tentang kepanduan (Pasal 741) dan pendidikan kepanduan supaya diintensifkan dan menyetujui rencana Pemerintah untuk mendirikan Pramuka (Pasal 349 Ayat 30). Kemudian kepanduan supaya dibebaskan dari sisa-sisa Lord Baden Powellisme (Lampiran C Ayat 8).
Ketetapan itu memberi kewajiban agar Pemerintah melaksanakannya. Karena itulah Pesiden/Mandataris MPRS pada 9 Maret 1961 mengumpulkan tokoh-tokoh dan pemimpin gerakan kepramukaan Indonesia, bertempat di Istana Negara. Hari Kamis malam itulah Presiden mengungkapkan bahwa kepanduan yang ada harus diperbaharui, metode dan aktivitas pendidikan harus diganti, seluruh organisasi kepanduan yang ada dilebur menjadi satu yang disebut Pramuka. Presiden juga menunjuk panitia yang terdiri atas Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Menteri P dan K Prof. Prijono, Menteri Pertanian Dr.A. Azis Saleh dan Menteri Transmigrasi, Koperasi dan Pembangunan Masyarakat Desa, Achmadi. Panitia ini tentulah perlu sesuatu pengesahan. Dan kemudian terbitlah Keputusan Presiden RI No.112 Tahun 1961 tanggal 5 April 1961, tentang Panitia Pembantu Pelaksana Pembentukan Gerakan Pramuka dengan susunan keanggotaan seperti yang disebut oleh Presiden pada tanggal 9 Maret 1961.
Ada perbedaan sebutan atau tugas panitia antara pidato Presiden dengan Keputusan Presiden itu.
Masih dalam bulan April itu juga, keluarlah Keputusan Presiden RI Nomor 121 Tahun 1961 tanggal 11 April 1961 tentang Panitia Pembentukan Gerakan Pramuka. Anggota Panitia ini terdiri atas Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Prof. Prijono, Dr. A. Azis Saleh, Achmadi dan Muljadi Djojo Martono (Menteri Sosial).
Panitia inilah yang kemudian mengolah Anggaran Dasar Gerakan Pramuka, sebagai Lampiran Keputusan Presiden R.I Nomor 238 Tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961 tentang Gerakan Pramuka.
Gerakan Pramuka ditandai dengan serangkaian peristiwa yang saling berkaitan yaitu :
  1. Pidato Presiden/Mandataris MPRS dihadapan para tokoh dan pimpinan yang mewakili organisasi kepanduan yang terdapat di Indonesia pada tanggal 9 Maret 1961 di Istana Negara. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI TUNAS GERAKAN PRAMUKA
  2. Diterbitkannya Keputusan Presiden Nomor 238 Tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961, tentang Gerakan Pramuka yang menetapkan Gerakan Pramuka sebagai satu-satunya organisasi kepanduan yang ditugaskan menyelenggarakan pendidikan kepanduan bagi anak-anak dan pemuda Indonesia, serta mengesahkan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka yang dijadikan pedoman, petunjuk dan pegangan bagi para pengelola Gerakan Pramuka dalam menjalankan tugasnya. Tanggal 20 Mei adalah; Hari Kebangkitan Nasional, namun bagi Gerakan Pramuka memiliki arti khusus dan merupakan tonggak sejarah untuk pendidikan di lingkungan ke tiga. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI PERMULAAN TAHUN KERJA.
  3. Pernyataan para wakil organisasi kepanduan di Indonesia yang dengan ikhlas meleburkan diri ke dalam organisasi Gerakan Pramuka, dilakukan di Istana Olahraga Senayan pada tanggal 30 Juli 1961. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI IKRAR GERAKAN PRAMUKA.
  4. Pelantikan Mapinas, Kwarnas dan Kwarnari di Istana Negara, diikuti defile Pramuka untuk diperkenalkan kepada masyarakat yang didahului dengan penganugerahan Panji-Panji Gerakan Pramuka, dan kesemuanya ini terjadi pada tanggal pada tanggal 14 Agustus 1961. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI PRAMUKA.